JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa pembunuhan terhadap 14 bocah, Baekuni (48) alias Babeh, ternyata pernah menjadi narasumber perwakilan Unicef, badan PBB yang mengurusi masalah anak-anak sedunia di Jakarta. Unicef tertarik mewawancarai Babeh setelah dia mengasuh anak-anak jalanan.
Penasihat hukum Babeh, Rangga Beri Rikuser, mengatakan, Unicef mendapat rekomendasi dari salah satu yayasan anak jalanan di daerah Pondok Bambu. Setelah itu, Unicef menemui Babeh sekitar tahun 2002. "Babeh lalu cerita soal anak-anak jalanan," ucap Rangga, Senin (24/5/2010).
Menurut Rangga, Babeh mulai mengasuh anak-anak jalanan di kontrakannya di daerah Pulogadung, Jakarta Timur, sejak tahun 1993 hingga kasusnya terbongkar tahun 2010. Sejak tahun 1993 pula Babeh telah melakukan aksi bejatnya, membunuh lalu menyodomi bocah-bocah.
Tindakan itu dilakukan lantaran Babeh pernah disodomi semasa kecil. Babeh membunuh para korban setelah menolak ajakan berhubungan badan.
Dalam dakwaan yang dibacakan siang tadi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Babeh hanya didakwa membunuh empat bocah, yaitu Ardiansyah, Adi, Rio, dan Arif Kecil. Babeh dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 340 KUHP jo Pasal 65 (1) KUHP tentang Pembunuhan Berencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang